Formulir Kontak

 

Refleksi Diri

Dear, good people!
Pernahkah kalian bertanya bagaimana kehidupan kalian dilihat dari sisi kacamata orang lain? Atau bagaimana kehidupan kalian dari sudut pandang kalian sendiri?

Jujur aku pribadi, ketika melihat bagaimana oranglain menjalani kehidupannya dengan perjalanan yang mungkin agak asing, muncul pertanyaan "apakah jalan hidup seperti itu yang lebih baik?"

Begitu seterusnya setiap kali melihat orang yang memiliki cara lain dalam menjalani kehidupan yang sekiranya berbeda dengan caraku, aku selalu penasaran, "apakah itu yang paling menyenangkan?"

Dengan alasan itulah, satu tahun terakhir aku mencoba masuk dalam kehidupan yang mungkin agak asing bagiku dan belum pernah kutemui sebelumnya.
Mencoba menikmati setiap alur ceritanya, namun tetap berpegang teguh pada hal-hal yang berlandaskan tanggung jawab atas setiap keputusan yang kuperbuat.

Mulailah aku mencoba hal-hal baru, ada yang menyenangkan, dan ada bagian-bagian yang menimbulkan pergolakan bathin. Jikalau tidak sesuai dengan idealismeku, aku mencoba menengok ke dalam dan membentengi diri untuk tidak terbawa suasana. Bahkan secara jujur aku ungkapkan kepada orang-orang yang terlibat dalam ruang lingkup cerita tersebut bahwa aku tidak nyaman. Dan beruntung mereka memaklumi. Seandainya mereka tidak maklum, aku akan memberanikan diri untuk tidak lagi masuk ke zona mereka.

Banyak hal-hal yang tak terduga yang kualami, banyak pelajaran berharga, dan rasa syukur yang teramat dalam. Aku menyadari ternyata aku diberikan kehidupan yang teramat patut untuk disyukuri, memiliki keluarga dan sahabat yang tidak putus-putusnya mendoakan, memberi perhatian, dan menasehati tanpa bosan.
Meluruskan praduga bahwa aku memiliki orangtua dan kakak-kakak yang agak protektif mengawasi setiap kegiatanku ternyata bertujuan ke arah yang baik dan beralasan.

Setelah melalui alur cerita orang lain, dan bagaimana kehidupan orang lain berjalan (bukan berarti mencoba mengubah jati diri), pada akhirnya aku memutuskan untuk kembali kepada apa yang pernah kujalani dan kupilih untuk langkah berikutnya.

Bukannya sombong dan membanggakan diri dengan cara yang kujalani, namun setiap manusia memiliki jalan hidup sesuai pilihan masing-masing. Jikalau ada hal-hal yang baik kutemui setelah bergaul dengan mereka, akan kuadopsi untuk perjalanan yang berikutnya.

Aku merasa beruntung dan bersyukur pada apa yang telah Tuhan berikan padaku. Aku akan terus belajar untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi siapapun.

Jakarta, 03 Juni 2018

Total comment

Author

Triana Irsyad