Bukankah Allah telah memberikan ruang-ruang untuk mendalami passion kita? Namun, kenapa terkadang orang-orang hendak menarik-narik kita agar masuk ke dalam ruangnya dan dari rautnya berkata,"ini jalan yang terbaik untukmu."
Aku tidak menyalahkan, tapi setiap orang punya jalannya masing-masing. Ketika suatu saat engkau mengerti, percayalah kita akan dipertemukan pada jalan masing-masing dan yang terpenting adalah setiap kita memiliki peran untuk bangsa ini.
sebutir niat yang pernah kita sebarkan
menjelajahi ruang dan waktu
dan kita tak pernah tau
kapan kan bertemu
duniaku, duniamu
sama-sama melaju
ada mimpi yang sama-sama kita miliki
perbedaan bukanlah sekat yang mengharuskan kita
untuk menjauhi apa yang kita tanam di suatu jalan
dan percayalah kita pasti akan ada
di saat hujan mulai reda dan mencipta pelangi setelahnya
Formulir Kontak
Popular Post
related Post
Puisi Lomba Normal 0 false false false IN ...
moreJangan Menangis Normal 0 false false false EN ...
morePuisi Bertema Sumatra Barat Normal 0 false false false IN ...
morePuisi Bertema ODHA oleh Triana Irsyad Normal 0 false false false IN ...
more
Caving di Goa AC, Ciampea, Kab. Bogor.
- Diposting oleh : Triana Irsyad
- di : Rabu, 17 Desember 2014
- 2 Comments


Allah,
terima kasih engkau telah memanjakan kami dengan pesona alammu.
Minggu
14 desember 2014 adalah hari dadakan dan superrrr buru-buru. Haha
Pukul
08.30 saya di whatsapp Zakia.
Tri mau ikut susur goa?
Jam 9 di Ciampea.
Aku
langsung nanya
Sama siapa?
Lansung
dibalas
Sama anak-anak
cakrawala.
Aku langsung mau, padahal sedang
ngerjain laporan ENG(Evaluasi Nilai Gizi), dan itu belum kelar, haha. Kapan
lagi coba, ada kesempatan menantang seperti ini. Aku langsung menutup laptop
dan bersiap. Dan baru sempat makan, buru-buru. Haha. Terbukti pas bertemu Zakia
aku masih ngucah makanan yang tersisa dimulut. You know what? Aku pake sendal
dan pas ketemu Ipung aku langsung ditanyain.
Kok gak pake sepatu Tri?
Iya sengaja, kita kan susur goa, ntar
basah kan? (Dipikiranku susur goa seperti yang pernah dilakukan Rinda (sesama
teman gizi), menelusuri goa dengan boats dengan mengikuti aliran sungai. Dan dugaanku
salah total. Ternyata kami harus mendaki dulu kemudian bertemu goa dan pakai harnes untuk menuruni goa yang
kedalamannya lebih kurang 30 meter. Waw, I
don’t have prepare. Biasanya sebelum naik gunung aku ada latihan fisik
dulu, tapi untuk kali ini, no prepare.
Kondisi dinding-dinding goa yang agak
licin sedikit menjadi kendala saat menuruni. Tapi alhamdulillah tidak cukup
lama untuk sampai di perut goa yang super menakjubkan. Kami berkumpul dan
makan-makanan yang dibawa bareng-bareng. Setelah itu kami menelusuru lobang
yang ada di goa itu. Awalnya aku mikir, gak muat itu kan lobangnya kecil. Dan
yang sudah biasa ke sana bilang, bisa ko. Beberapa teman sudah masuk duluan,
disusul oleh Zakia kemudian aku. Awalnya aku kejepit karena gak tau teknik
masuknya, salah satu kaki aku tekukkan, si kakak yg udah duluan bilang, kakinya
langsung bersamaan dimasukin. Well, akhirnya berhasil. Dan kami merangkak
kemudian berjalan menepi ke dinding goa, daaaan.. traarararaa. Surprise. Ada stalakmit dan stalaktit
di sana, cantik banget. Si Zakia bilang harta karun di dalam goa. Aku setuju.
Indah banget soalnya. Pengen nyentuh tapi gak dibolehin, katanya biar strukturnya
itu tidak mati. Trus ada walet juga terbang di atas kepala kami. Headlamp tentunya sangat dipergunakan
dalam kondisi ini. Gak mau meraba-raba
dalam gelap kan? LOL.
Berhubung kami sampai di puncak sudah
masuk waktu zuhur, kami berniat untuk menjamak dengan ashar pas keluar dari
goa. Dan subhannallah ternyata sesampai di dalam goa kita baru bisa naik
setelah menunggu antrian jam 17.30 WIB. Alhamdulillah kami sudah menjamak shalat
sebelum naik ke atas goa (pengalaman pertama shalat di dalam goa-Goa AC.
Amazing!)
Hal yang bikin kaget pas nunggu giliran
naik adalah ada tas yang jatuh dari atas, kami yang berkumpul reflek menjauh.
Aku bingung mau kemana, kalo mau mundur kena Zakia yang lagi duduk pasrah
sambil menutup kepala untuk perlindungan (sorry Njek rada lebay) Trus tiba-tiba
Maya yang lebih tinggi dari aku mendekap sambil menutup kepala aku. Wahaha, si
dia melindungi aku. Untung cewek, kalo cowok, awas lo! Makasi Maya...


“Apa Ngga?”
“Kita nanjak lagi.”
‘Ha?”
“Gak tinggi banget kok. Kita ke puncak
roti.”
Kami mengikuti Angga. Kemudian kami
berempat duluan, Angga, aku, Zakia, dan 1 orang anak Pemdaki Bogor (lupa
namanya, hehe). Setelah itu disusul sama rombongan. Kita naik lagi, tapi
alhamdulillah track yang ini gampang.
Batu-batunya banyak yang bisa dijadikan pegangan, kalo anak-anak cakrawala
bilang sih itu namanya poin.
Dan
sesampai dipuncak. Kami disuguhkan hamparan kerlap-kerlip cahaya di bumi bogor.
Indaaaaah bangeet. Di atas batu kapur kita melabuhkan penat. Di saat itu aku
bersyukur. Tuhan, engkau tunjukkan setetes pesona yang kutau ada yang lebih
indah dari yang pernah kutau.
Allah,
terima kasih engkau telah memanjakan kami dengan pesona alammu.
Popular Post
related Post
Perjalanan Triana Irsyad ke Thailand Normal 0 false false false EN ...
moreKunjungan ke Sari Husada Normal 0 false false false EN ...
morePadang- Bandung Normal 0 false false false EN ...
moreBandung, aku di sini Normal 0 false false false EN ...
more
Popular Posts
-
Puisi bertema: “Bukittinggi, The Dreamland of Sumatera dalam Kenangan, Kesan, Impian dan Harapan”. Oleh: Tri Oktiana, IDFAM1225U, P...
-
Hujan yang deras memberikan ruang untuk kita berteriak sesuka hati, tapi bukan itu yang ingin diajarkan. Coba kita saling lihat ke depa...
-
Allah, terima kasih engkau telah memanjakan kami dengan pesona alammu. Minggu 14 desember 2014 adalah hari dadakan dan superrrr buru-...
-
Muda, cerdas, semangat! Mungkin itu adalah sebagian kata yang mengungkapkan seorang Maudy Ayunda. Gadis 18 tahun berprofesi sebagai ...
-
Sudah beberapa kali aku jatuh cinta, tentu setiap kali merasakan selalu ada perasaan khusus. Namun kali ini aku membiarkan alam liark...
-
Penulis : Tri Oktiana Desain cover : Nieyy Nur Hanifah Desain Isi : Tri Oktiana Percetakan ...
-
Memiliki seorang idola mungkin adalah hal yang lumrah bagi semua orang, tak terkecuali aku. Sewaktu kecil ketika diperkenalkan dengan la...
About Me
Total Pageviews
Total comment
Total comment
Category List
Tri Oktiana. Diberdayakan oleh Blogger.
Text Widget
Follow me on facebook
Featured Posts
Contact Us
Labels
Pages
Popular Posts
-
Puisi bertema: “Bukittinggi, The Dreamland of Sumatera dalam Kenangan, Kesan, Impian dan Harapan”. Oleh: Tri Oktiana, IDFAM1225U, P...
-
Hujan yang deras memberikan ruang untuk kita berteriak sesuka hati, tapi bukan itu yang ingin diajarkan. Coba kita saling lihat ke depa...
-
Pesan Air Oleh: Tri Oktiana air yang membasahkan, menenggelamkan entah menyuburkan berdirilah kau, bersama dinginnya di sana ...
-
Allah, terima kasih engkau telah memanjakan kami dengan pesona alammu. Minggu 14 desember 2014 adalah hari dadakan dan superrrr buru-...
-
Muda, cerdas, semangat! Mungkin itu adalah sebagian kata yang mengungkapkan seorang Maudy Ayunda. Gadis 18 tahun berprofesi sebagai ...
-
Sudah beberapa kali aku jatuh cinta, tentu setiap kali merasakan selalu ada perasaan khusus. Namun kali ini aku membiarkan alam liark...
-
Penulis : Tri Oktiana Desain cover : Nieyy Nur Hanifah Desain Isi : Tri Oktiana Percetakan ...
-
Bingkai Tabuik Di bulan muharram selamat datang sepuluh Muharram, selamat datang tabuik bingkisan dari Kota Pariaman‘tabuik’ peti...
-
Tri Oktiana Irsyad adalah perempuan berdarah minang yang berasal dari kota Pariaman, Sumatra Barat. Menghasilkan karya berupa buku, diantara...
-
Memiliki seorang idola mungkin adalah hal yang lumrah bagi semua orang, tak terkecuali aku. Sewaktu kecil ketika diperkenalkan dengan la...
Pages
Recent Reactions
Subscribe Us
Follow us on Facebook
Like us
Follow us on FaceBook
Author