Formulir Kontak

 

Engkaulah alasan yang terbaik bagiku.

Mama, papa, ketika aku menemui kegagalan. Tahukah kalian apa hal pertama yang membuatku menangis? Aku teringat wajah kalian, dan meratapi kenapa aku mengalami kegagalan dan mengecewakan. Ma, pa, sungguh, tak ada niat sekalipun untuk itu. Kadang Tuhan mengujiku dengan hal-hal kecil yang kuanggap besar. Tuhan menguji kedewasaanku Ma, Pa. Tuhan ingin melihat seberapa mampu aku menyelesaikan masalah.
Ma, Pa, maaf. Hingga detik ini, setiap menemui kebuntuan aku selalu mengadu pada kalian. Pernah kucoba untuk menahan diri dan berpura-pura tegar, tapi aku tidak kuat. Terasa ada sesuatu menghantam. Aku masih belum cukup dewasa ternyata. Bahkan ketika sakit, aku pernah mencoba untuk tidak memberitahu, alhasil demamku berkepanjangan. Pada akhirnya pun kalian tahu, di saat kalian menelpon, setiap minggu. Terdengar suara yang berbeda. Kemudian kalian bertanya apa aku baik-baik saja? Aku jawab,ya. Ah, aku bohong dan pasti kalian tahu.
Padahal aku sengaja untuk menutup-nutupi agar kalian tidak kepikiran. Maaf ma, pa, aku terlalu sering membebani.
Mama, papa,ketika aku menemui kesuksesan. Tahukah kalian apa hal pertama yang membuatku tersenyum? Aku teringat wajah kalian, dan mensyukuri anugrah Tuhan yang bertubi-tubi ini.
Sampai kapan pun ma, pa, aku selalu ingin setiap langkahku membuahkan senyum merekah di bibir mama dan papa. I love u, Mom and I love u, Dad. Engkaulah alasan yang terbaik bagiku.



Total comment

Author

Triana Irsyad

0   komentar

Posting Komentar

Cancel Reply