Formulir Kontak

 

Cerbung: Jendela Kampus (part2)



Teman,kenapa kunamai cerbung ini dengan “jendela kampus”, sebab di saat kubuka jendela, ada dia yang waktu itu membalas senyumku. Ada dia yang sejak saat itu masuk keruang kelasku menghadirkan rona berbeda. Jika aku boleh jujur, bukan ia yang membuatku jatuh cinta untuk kali pertama. Tapi sahabatnyalah. Cantik dan menawan rupanya. Tapi setiap kali aku ingin mengetahui tentang sahabatnya secara diam-diam, banyak pula kutemui tentangnya. Mereka begitu dekat. Kemudian tanpa sengaja jemariku mengklik profil dirinya. Biasa saja awalnya. Atau mungkinkah cinta itu tumbuh karena terbiasa? Terbiasa bertemu setiap minggu. Bahkan seminggu bisa berkali-kali. Karena takdir membawaku ke laboratorium untuk menyengajakan aku bertemu denganmu. Beruntung aku bisa mendapatkan proyek penelitian eksakta. Di saat aku ingin mengisi buku daftar hadir pengunjung labor, dia yang tengah asyik menimbang-nimbang bahan kimia waktu itu mengangkat kepala ke arahku. Jarak kita sekitar dua meter. Meski menggunakan masker, aku tau ia tersenyum kepadaku dan aku membalasnya dengan tulus. Waktu itu, belum juga hadir perasaan seperti ini.
Tepatnya setelah kita tidak saling tersenyum lagi, aku berpura-pura cuek setiap kali bertemu. Perasaanku kepadamu kekasih. Aku mulai jatuh cinta kepadamu. Berawal dari iseng mengirim pesan singkat melalui sosial media kepadamu, lama-lama aku jatuh cinta setelah percakapan itu. Hingga sikapku sedikit gila. Setiap hari langkahku terburu-buru menuju kampus, ingin menjumpaimu dalam momen ketidaksengajaan. Seperti dulu sayang. Di saat aku belum menyadari betapa berharganya dirimu.
—bersambung—
Note: jika ada kesamaan momen, hanyalah kebetulan sebab ini cerita hanyalah fiktif belaka :)
makasi buat teman-teman yang udah baca :)))
#salampulpen





Total comment

Author

Triana Irsyad

0   komentar

Posting Komentar

Cancel Reply